LAMSEL, PUBLICJOURNALNEWS.COM – Suasana sore di Pelabuhan Bakauheni, Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel) Jumat (27/2/2026), tampak sedikit berbeda dari biasanya. Jika umumnya kawasan pintu masuk dan dermaga dipadati kendaraan logistik serta penumpang yang hendak menyeberang, kali ini warna pink dari seragam ibu-ibu Bhayangkari ikut mewarnai aktivitas pelabuhan.
Sekitar pukul 16.30 WIB, Bhayangkari Cabang Lampung Selatan yang dipimpin Ny. Emy Toni Kasmiri turun langsung membagikan takjil dan makanan berbuka puasa. Kegiatan dilakukan di Pintu Masuk Pelabuhan Bakauheni, Dermaga Dua, hingga kawasan SPBU Garuda Hitam Bakauheni.

Sasarannya beragam. Mulai dari pekerja pelabuhan, pengguna jasa penyeberangan, sopir truk angkutan barang, hingga masyarakat yang melintas menjelang waktu berbuka.
Di tengah deru mesin kendaraan dan antrean menuju kapal, ibu-ibu Bhayangkari berdiri berjejer sambil membawa kantong berisi makanan dan minuman. Senyum ramah tak lepas dari wajah mereka saat menyodorkan takjil kepada pengendara yang melambatkan laju kendaraan.

Beberapa sopir truk tampak membuka kaca jendela untuk menerima bingkisan. Pengendara motor pun menepi sejenak. Respons masyarakat terlihat antusias. Tak sedikit yang mengangguk sambil mengucapkan terima kasih.
“Terima kasih,” ujar seorang sopir truk singkat, sebelum kembali melaju menuju area dermaga.
Ny. Emy Toni Kasmiri mengatakan, kegiatan berbagi ini merupakan bentuk kepedulian Bhayangkari kepada masyarakat yang masih beraktivitas saat waktu berbuka tiba.

“Kami ingin berbagi kebahagiaan di bulan Ramadhan. Semoga takjil ini bisa membantu masyarakat yang sedang bekerja atau dalam perjalanan agar bisa berbuka tepat waktu,” ujarnya.
Menurut dia, kegiatan ini juga menjadi momen untuk mempererat tali silaturahmi dengan masyarakat. Kehadiran Bhayangkari di ruang-ruang publik seperti pelabuhan diharapkan dapat membangun kedekatan yang lebih hangat dan humanis.
“Semoga ini menjadi tali silaturahmi dengan masyarakat. Kami ingin terus hadir dan memberi manfaat,” kata dia.

Menjelang azan maghrib, paket takjil yang dibagikan hampir seluruhnya tersalurkan. Suasana pelabuhan pun terasa lebih hangat. Di tengah kesibukan arus kendaraan dan aktivitas bongkar muat, aksi sederhana berbagi takjil itu menjadi penyegar sore bagi banyak orang.
Bagi Bhayangkari Cabang Lampung Selatan, kegiatan ini bukan sekadar agenda rutin Ramadhan. Lebih dari itu, ada harapan agar kepedulian sosial terus tumbuh dan hubungan baik dengan masyarakat semakin erat.
Di antara lalu lintas kendaraan besar dan kesibukan pekerja pelabuhan, warna pink sore itu menjadi simbol kebersamaan—bahwa di tengah padatnya aktivitas, selalu ada ruang untuk berbagi. (*/Red)
