LAMSEL, PUBLICJOURNALNEWS.COM –
Menjelang arus mudik Angkutan Lebaran (Angleb) 1447 H/ 2026 M, kesiapan layanan penyeberangan di lintasan tersibuk nasional Bakauheni terus dimatangkan. PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memastikan seluruh aspek operasional, keselamatan, hingga pengaturan lalu lintas terintegrasi berjalan optimal guna menghadirkan perjalanan mudik yang lebih tertib dan lancar bagi masyarakat.
Komitmen tersebut merupakan bentuk pelayanan penyeberangan ASDP cabang utama Bakauheni terkhusus untuk masyarakat para pengguna jasa menjelang liburan lebaran Idhul Fitri disetiap tahunnya.

Ihwal tersebut disampaikan langsung oleh General Manager (GM) ASDP cabang utama Bakauheni Partogi Tamba dalam acara Jumpa Pers dan Silaturahmi Bersama Media, di kantor setempat pada Kamis (5/3/2026).
Partogi Tamba mengatakan bahwa Bakauheni merupakan kawasan operasional penyeberangan yang menjadi simpul utama mobilitas masyarakat saat Lebaran.
“Posko Angkutan Lebaran 1447 Hijriyah 2026 Masehi di ASDP Cabang Utama Bakauheni akan dimulai dari tanggal 13 Maret sampai 30 Maret,” terangnya.

Dirinya menyebut bahwa selain ASDP Bakauheni juga ada pelabuhan Dermaga Wika Raya Beton, Pelabuhan Bakau Bandar Jaya (BBJ), serta kapasitas layanan juga diperkuat dengan hadirnya Pelabuhan Sumur Makmur Abadi (SMA) yang dapat melayani kapal roro maupun landing craft tank (LCT) untuk angkutan barang dan sepeda motor.
“Dalam Angleb tahun ini ASDP Bakauheni menyiapkan 75 kapal, 7 dermaga, 2 eksekutif dan 5 reguler,” tegas Partogi Tamba kepada awak media yang hadir.

Ia juga menambahkan bahwa prediksi puncak arus balik angkutan lebaran tahun 2026 ini akan terjadi sekitar H+3 dan H+4.
“ASDP juga siap menerapkan pola operasi Tiba–Bongkar–Berangkat, di mana kapal yang sandar langsung melakukan bongkar muatan dan kembali berlayar tanpa jeda guna mempercepat rotasi kapal dan menekan antrean kendaraan.” Tandasnya. (Red)
