Home Lampung SelatanMisteri..!! Pencarian 8 Orang Yang Hilang Kontak Saat Hendak Meliput Erupsi GAK Hingga Hari Ini Masih Nihil

Misteri..!! Pencarian 8 Orang Yang Hilang Kontak Saat Hendak Meliput Erupsi GAK Hingga Hari Ini Masih Nihil

by Bustami
Spread the love

SERANG, PUBLICJOURNALNEWS.COM – Speed boat yang membawa 8 orang, termasuk 5 jurnalis, 2 ABK, dan 1 pemandu wisata (guide) dilaporkan hilang kontak di perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten. Tim SAR gabungan telah melakukan pencarian sejak Selasa (8/9) hingga Sabtu malam ini (12/9) masih nihil atau belum ditemukan.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten Al Amrad mengatakan, speed boat tersebut bertolak dari Dermaga Carita, Pandeglang, menuju sekitar Gunung Anak Krakatau pada Senin (7/9) pukul 14.00 WIB.

Kapal diperkirakan membutuhkan waktu sekitar dua jam untuk mencapai tujuan. Namun, pada pukul 14.42 WIB, speed boat dilaporkan hilang kontak saat berada di antara perairan Carita dan Gunung Anak Krakatau.

Berdasarkan informasi yang diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, posisi speed boat sempat diketahui sekitar pukul 18.13 WIB di sekitar Gunung Anak Krakatau. Setelah itu, keberadaan kapal tidak lagi diketahui.

Al Amrad menerima laporan kejadian tersebut pada Selasa (8/9) pukul 13.55 WIB dari Bayu, jurnalis Antara Banten.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Unit Siaga SAR Pandeglang melakukan pengecekan ke lokasi keberangkatan speed boat. Pada pukul 14.15 WIB, satu unit RIB diberangkatkan untuk melakukan pencarian.

Operasi dihari ke-lima ini, diperkuat dengan 14 tim Gabungan Basarnas yang dibagi menjadi 7 titik termasuk menggunakan helikopter, ucap Al Amrad saat konferensi pers Sabtu malam (12/9/2026).

8 orang tersebut, yakni Warta (55), kapten kapal; Surakman (60), ABK; Heriyanto (49), pemandu; M Bagus Khoirunnas, jurnalis Antara; Ari Basuki, jurnalis Merdeka; Yudhis, jurnalis iNews; Daus, jurnalis Anadolu; serta Donal, pekerja lepas atau freelance.

Operasi pencarian melibatkan personel Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten dan Lampung, Unit Siaga SAR Pandeglang, Polairud Polda Banten, Polairud Mabes, Ditpolairud, Polsek Carita, Lanal, Satpol PP, Babinsa, Kecamatan Carita, pemerintah desa, Balawista, media lokal, nelayan, dan masyarakat.

Sejumlah sarana turut dikerahkan di antaranya, helikopter, KN SAR Tetuka, satu unit RIB, kendaraan penyelamat, truk personel, drone thermal, serta berbagai peralatan SAR air, medis, komunikasi, dan pendukung lainnya.

Tim SAR gabungan menghentikan sementara pencarian lima jurnalis yang hilang kontak saat hendak meliput erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) di Selat Sunda, Banten.

Pencarian akan dilanjutkan pada esok Minggu (13/9/2026) dengan memperluas area pencarian dari Carita, Pulau Sebesi Lampung hingga kawasan Gunung Anak Krakatau. (*/Red)

Related Articles

Leave a Comment