LAMSEL, PUBLICJOURNALNEWS.COM –
Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kuripan, Kecamatan Penengahan mengklarifikasi terkait keluhan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai tidak sesuai dengan standar gizi yang dibagikan pada hari Rabu (25/2/26) kemarin.
Pihak MBG menyatakan bahwa menu yang telah disusun berdasarkan pedoman dari Badan Gizi Nasional dan telah melalui proses evaluasi untuk memastikan kualitas gizi.

“Kami memahami bahwa ada beberapa keluhan terkait menu MBG yang kami bagikan kemarin, Rabu (25/2/26), namun kami ingin menegaskan bahwa menu tersebut telah disusun berdasarkan standar gizi yang ditetapkan, akan tetapi ada sedikit trouble pada hari H saat hendak di distribusikan ternyata bahan yang sudah kami pesan tidak sampai. Yang harusnya bisa di distribusikan, mengingat banyaknya permintaan dapur, keterkaitan dengan menu roti keringan, sebagian sampai overload,” terangnya.
Lanjutnya, “sampai akhirnya, yang harus nya menunya ada roti, jadi tak bisa terdistribusikan pada hari itu. Maka dari itu permintaan kami tidak terpenuhi, jadi kami dari pihak SPPG Kuripan akan mendistribusikan menu tambahan di hari Jumat besok (26/2). Kami atas nama Dapur SPPG Kuripan memohon maaf atas menu keringan yang tidak sesuai harapan semua,” ujar kepala SPPG Kuripan, Riska. Pada Kamis (26/2/2026).

Masih kata Riska, “tadi kami bersama-sama dengan mitra dan Babinsa Koramil Penengahan langsung datang ke sekolah SMAN 1 Penengahan untuk memohon maaf ke pihak sekolah supaya bisa disampaikan ke siswa-siswi SMAN 1 Penengahan,” tegasnya.
“Alhamdulillah tadi kami datang ke sekolah disambut baik dengan pihak sekolah, jadi sudah kami jelaskan ke pihak sekolah terkait menu yang kami bagikan pada hari Rabu kemarin, kekurangannya akan kami berikan pada hari Jumat besok. Intinya semuanya sudah clear dan tidak ada yang dipermasalahkan lagi. Karena memang itu sudah kami niatkan untuk kekurangan menu pada hari Rabu itu akan kami ganti dan tambahkan di hari jumat,” imbuhnya lagi.

SPPG Kuripan Penengahan berkomitmen akan memberikan MBG yang terbaik untuk seluruh penerima manfaatnya.
“Kami tidak anti kritik, justru kami berterimakasih ada masukan yang positif seperti itu dari wali murid supaya jadi evaluasi kami kedepan untuk jadi lebih baik lagi. Kami juga ingin memastikan bahwa siswa-siswi penerima manfaat dari dapur kami itu mendapatkan gizi yang seimbang dan sesuai dengan kebutuhan mereka.” Tandasnya. (Red)
