LAMSEL, PUBLICJOURNALNEWS.COM –
Di sela hiruk-pikuk senja menjelang berbuka, tangan-tangan tulus terulur membagikan takjil, menebar senyum kasih, dan menyemai benih kebahagiaan dengan penuh cinta.
Tetes kebahagiaan pun terpancar dari wajah para fakir dan yatim, seiring santunan yang mengalir bak embun pagi, membasahi hati dengan kehangatan persaudaraan di bulan yang suci.

Menyapa pagi dengan berbagi, keluarga besar Temenggung Jagapati menyatukan jemari, memberikan secercah harapan dan cahaya, memastikan tak ada hati keluarga yang kelaparan di bulan penuh berkah.
Dibulan Suci Ramadhan 1446 Hijriyah ini, Bustami gelar Temenggung Jagapati menghelat acara berbagi ratusan paket bingkisan, santunan, hingga berbuka bersama seperti tahun-tahun sebelumnya, yang digelar dikediamannya di Desa Banjarmasin, Kecamatan Penengahan, Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel), pada Minggu (15/3/2026).

“Bukan sekadar berbagi makanan, kegiatan hari ini adalah jembatan hati yang menghubungkan jiwa-jiwa, merajut harmoni dalam indahnya kebersamaan berbuka,” ungkap pria yang hampir berusia paruh baya ini.

Pria kelahiran asli dari Dusun Tanjungan yang saat ini sedang menempuh pendidikan S1 di Universitas Indonesia Mandiri (UIM) Lampung, mengatakan bahwa esensi dari berbagi adalah kepedulian, bukan pada kemampuan finansial semata. Singkatnya, berbagi adalah soal hati, bukan semata-mata soal materi saja.

“Dalam pelukan Ramadhan yang mulia, setiap paket sembako yang tersalurkan membawa doa tulus, mengalirkan keberkahan bagi jiwa-jiwa yang membutuhkan,” tuturnya yang juga berprofesi sebagai Jurnalis di Bumi Khagom Mufakat ini.
Dimana, Ramadhan bagi kaum muslim adalah waktu di mana harta yang disedekahkan tidak berkurang, melainkan tumbuh menjadi taman kebaikan yang harumnya dirasakan oleh sesama.

“Mari jadikan Ramadhan 1446 Hijriyah/ 2026 Masehi ini sebagai cermin kepedulian, berbagi tanpa pamrih, tempat cinta bertumbuh dan kebaikan bersemi.” Tandasnya. (Red)
