LAMSEL, PUBLICJOURNALNEWS.COM – Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel) mengelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), pada Senin (4/5/2026).
Angenda rapat kerja bersama Dinas PUPR dilaksanakan di ruang rapat komisi III DPRD Lamsel, yang di pimpin langsung oleh Ketua Komisi III Yuti Rama Yanti beserta Wakil Polman Sinaga, Sekretaris Hendri Gunawan, serta anggota Rusdiyanti, Bowo, Waris Basuki, Kodir, Bayu Prasetya, Ismail, Yudi Suprayoga, dan Muslim.

Rapat tersebut membahas berbagai program dan kegiatan pembagunan infrastruktur yang menjadi prioritas daerah untuk pembangunan di tahun 2026 ini.
Wakil Ketua Komisi III DPRD Lamsel Polman Sinaga mempertanyakan kinerja dari Dinas PUPR yang menurutnya apa yang sudah direncanakan dan menjadi usulan masyarakat diwilayahnya tidak ada dalam pembangunan tahun 2026 ini.
“Jalan rekontruksi Way Bakak-Totoharjo itu sudah bagus pak, boleh di cek,” ucapnya anggota legislatif dari fraksi Partai Nasdem itu.

Dirinya melanjutkan, ” Yang saya ajukan dalam e-pokir, tapi ada yang lebih urgent pak, ditahun 2025 ruas Pinang Gading-Pegantungan sepanjang 1 Kilo 65 Meter, terus ada perbaikan tambal sulam mulai dari Pegantungan sampai Simpang Tiga, kenapa gak itu aja yang dilanjutin jalan berlubang yang sudah parah itu pak. Itu kan akses sekolah SD Negeri jalan nya jelak bener. Nilai nya itu udah pas itu pak, bisa rekontruksi jalan Kenyayan-Simpang Tiga, itu yang sangat urgent,” paparnya didepan petinggi Dinas PUPR Lamsel.
Anggota DPRD Lamsel dari Daerah Pemilihan (Dapil) 3 yang meliputi Kecamatan Penengahan, Bakauheni, Ketapang dan Sragi ini menekankan bahwa apa yang diperjuangkan dirinya adalah serta Merta untuk kepentingan masyarakat.
Dirinya menilai kalau, “pembangunan jalan ruas Way Bakak-Totoharjo itu sudah dibangun tahun Kemarin, Way Bakak-Kelawi, kemudian dari Totoharjo sampai arah Belekbuk itu sudah pak,” tegasnya.

Ia juga menegaskan bahwa jalan yang ada di Kecamatan Bakauheni, khususnya di ruas jalan Simpang Tiga-Kenyayan masuk kedalam kategori I yang sudah 10 tahun keatas belum tersentuh pembangunan.
“Jadi saya minta Way Bakak-Totoharjo diganti menjadi Simpang Tiga-Kenyayan. Kalau tidak percaya coba di cek, bagaimana jalan-jalannya. Tiga hari yang lalu saya kesana, saya mengukurnya Dengan anggaran 1 Miliar bisa itu pak.” Tandasnya. (Red)
