LAMSEL, PUBLICJOURNALNEWS.COM –
Semangat kepanduan tetap terpancar kuat di lingkungan tingkat Kwatir Ranting (Kwarran) Kecamatan Penengahan, Kwatir Cabang (Kwarcab) Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel) yang menghelat Upacara dan Perkemahan dalam momentum peringatan Hari Praja Muda Karana (Pramuka) ke-65 tahun 2026.
Upacara perkemahan berlangsung dengan khidmat dan penuh disiplin dari seluruh Tenaga Pendidik serta siswa-siswi tampak gagah mengenakan seragam Pramuka lengkap berwarna cokelat kebanggaan mencerminkan soliditas dan semangat persatuan yang menjadi inti dari gerakan Pramuka, yang dipusatkan di lapangan Desa Klaten, pada Sabtu (22/8/2026).

Bertindak sebagai pembina upacara, Camat Penengahan, Hermawan menyampaikan amanat yang membakar semangat para peserta. Dalam arahannya, beliau menekankan pentingnya meneladani nilai-nilai Dasa Darma dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan madrasah maupun di masyarakat.
“Ini adalah salah satu bentuk kolaborasi di Kecamatan Penengahan. Adik-adik kita ini adalah generasi penerus bangsa,” ungkapnya pada jurnalis yang hadir.

Dirinya juga mengapresiasi kegiatan tersebut dan berharap, “nanti di lima hingga sepuluh tahun kedepan anak-anak ini akan menjadi kebanggaan bagi masyarakat Kecamatan Penengahan,” tandasnya.
Ditempat yang sama, Ketua Harian Kwarcab Lamsel Sukadi mengapresiasi Kwarran Penengahan yang sudah menggelar acara tersebut. Saat ditanya wartawan di Kabupaten Lamsel yang sudah menghelat acara peringatan dan Perkemahan hari Pramuka ke-65, ia mengatakan baru 7 Kecamatan dari 17 Kecamatan yang ada di Bumi Khagom Mufakat ini.

“Mohon diberikan didikan terus kepada peserta didik tidak hanya memiliki tanggung jawab kepada diri sendiri tapi juga terhadap lingkungannya,” katanya.
Ditanya soal pelaksanaan yang upacaranya dilaksanakan beberapa hari setelah tanggal 14 Agustus?, ia mengatakan bahwa esensi dan semangat Tri Satya harus tetap menyala dalam sanubari setiap anggota Pramuka.

Setali tiga uang, Ketua Kwarran Penengahan, Sahrudin mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut akan digelar selama tiga hari dua malam, yang malam puncaknya akan dihelat pada Minggu malam (23/8).
“Peserta dalam kegiatan upacara dan perkemahan ini sebanyak 770 peserta dari 46 sekolahan yang ada di Kecamatan Penengahan,” terangnya.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat terus memupuk karakter disiplin, tanggung jawab, dan jiwa kepemimpinan para siswa, sehingga mereka siap menjadi generasi muda yang tangguh, adaptif, dan bermanfaat bagi nusa dan bangsa.
“Pelaksanaan upacara yang terlambat ini justru menjadi bukti bahwa semangat nasionalisme dan kepanduan tidak terbatas pada tanggal di kalender, melainkan komitmen yang berkelanjutan.” Tandasnya.

Acara yang mengusung tema ‘Berkreasi, Berinovasi, Terampil dan Mandiri untuk Mendukung Swasembada Pangan’ tersebut juga diisi dengan berbagai macam perlombaan, yang semakin membakar semangat yang menyala bagi para peserta. (*/Red)
