LAMSEL, PUBLICJOURNALNEWS.COM –
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djauzal melantik Pengurus Anak Cabang (PAC) dan Ranting Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel), yang di pusatkan di lapangan Volly, Desa Gandri, Kecamatan Penengahan, pada Selasa (1/9/2026).
Hadir juga dalam acara tersebut, Ketua DPC HKTI Lamsel Wahrul Fauzi Silalahi (WFS), Sekretaris HKTI Lamsel Ali Wardana, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura (KPTPH) Provinsi Lampung Elvira Umihanni, PT Advanta Rifqi Hidayat, Kapolres Lamsel AKBP Deddy Kurniawan, Camat Penengahan Hermawan, Camat Sragi Wayan Susana, Kepala Desa dari Kecamatan Penengahan, Bakauheni, Ketapang, dan Sragi, anggota HKTI se Lamsel, serta ratusan masyarakat setempat.

Dalam sambutannya, Sekretaris HKTI Lamsel Ketua Pelaksana Ali Wardana, menyampaikan bahwa acara tersebut merupakan langkah awal menuju kesejahteraan petani di Kabupaten Lampung Selatan.
“Tujuan dari dibentuknya HKTI ini adalah meningkatkan pendapatan, kesejahteraan, harkat, dan martabat petani, masyarakat pedesaan, serta pelaku agribisnis,” ucapnya.

Ali Wardana yang juga merupakan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lamsel mengatakan bahwa petani harus berpotensi mendapatkan hasil panen yang lebih tinggi.
“Kegiatan ini juga untuk mendukung program nasional Bapak Presiden Prabowo Subianto, program ketahanan pangan nasional, untuk menuju petani yang lebih maju mandiri dan sukses.” Tandasnya.

Ditempat yang sama, Ketua HKTI Lamsel yang juga menjabat DPRD Provinsi Lampung Wahrul Fauzi Silalahi mengungkapkan apresiasinya kepada Gubernur Lampung telah hadir dalam acara pelantikan tersebut.
“Setidaknya, ada 23 agenda yang di cancel oleh Bapak Gubernur, demi datang ke Lampung Selatan untuk pelantikan HKTI Kabupaten Lampung Selatan,” katanya.

Ia meyakini, kedepan HKTI Lamsel akan mampu berkolaborasi dengan stakeholder terkait demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Lampung Selatan.
“Kedepan HKTI Lampung Selatan harus mampu berbuat dan harus bermanfaat untuk masyarakat.” Tutupnya.

Setali tiga uang, Gubernur Lampung Kiyai Mirza sekaligus Ketua HKTI Provinsi Lampung mengatakan bahwa Provinsi Lampung memiliki kekayaan pertanian yang besar yang harus mampu meningkatkan taraf hidup para petani.
“Kalau Indonesia mau maju, pertanian harus dijaga. Caranya satu, makmur kan petaninya. Kalau petaninya makmur, negaranya makmur. Kesejahteraan petani sangat berkaitan dengan harga komoditas. Ketika harga jagung, padi, kopi maupun singkong jatuh, kehidupan jutaan masyarakat yang bergantung pada pertanian ikut terdampak.bKarena itu, pemerintah harus memastikan harga hasil pertanian baik, pupuk tersedia dan produktivitas terus meningkat,” paparnya.

Ia juga menyampaikan Pemerintah Provinsi Lampung sudah menyiapkan program pupuk organik cair gratis bagi petani Lampung Selatan. Program tersebut diarahkan untuk meningkatkan produktivitas lahan sekaligus membantu petani menekan biaya produksi.
“Seluruh petani di Lampung Selatan, terutama di Penengahan, tahun depan harus mendapatkan pupuk organik cair gratis dari Pemerintah Provinsi Lampung,” ujarnya.

Lanjutnya, “Saya berharap HKTI Lampung Selatan kedepan tidak hanya menjaga harga komoditas, tetapi juga harus mampu mendorong produktivitas petani agar hasil panennya melimpah, sehingga petani bisa makmur dan sejahtera.” Pungkasnya.
Dalam pantauan, usai acara pelantikan, Jajaran Pengurus HKTI Provinsi Lampung, PAC Lampung Selatan, beserta Rantingnya memantau pabrik open jagung dan mengecek rumah produksi pupuk hayati cair yang ada di Desa Marga Jasa, Kecamatan Sragi. (*/Red)
