Home Lampung SelatanPasca Viral Dugaan Keracunan MBG 12 Siswa MI Syamsul Ma’arif Pematang Pasir, Berikut Keterangan Beberapa Walimurid..!!

Pasca Viral Dugaan Keracunan MBG 12 Siswa MI Syamsul Ma’arif Pematang Pasir, Berikut Keterangan Beberapa Walimurid..!!

by Bustami
Spread the love

LAMSEL, PUBLICJOURNALNEWS.COM –
Pasca viral adanya dugaan keracunan yang menimpa 12 orang siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI) Syamsul Ma’arif Desa Pematang Pasir, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel) pada Rabu (16/9) kemarin, yang diduga akibat mengkonsumsi Makanan Bergizi Gratis (MBG). Kamis (17/9/2026).

Dalam penelusuran oleh beberapa jurnalis dilapangan, beberapa walimurid menyampaikan bahwa seluruh siswa sudah pulang dari perawatan medis baik dari Puskesmas Ketapang maupun Klinik Dr. Ido Desa Sripendowo.

Salah seorang perwakilan walimurid orang tua dari Caca mengungkapkan bahwa kondisi tubuh anaknya memang sedang dalam keadaan tidak fit.

“Emang alergi udang, udah baikan gak ada masalah,” ucapnya saat dijumpai dikediamannya.

Ia juga menyampaikan bahwa pihak dari SPPG Ketapang 003 sudah bertanggung jawab atas kejadian tersebut.

Senada, Marni orang tua dari Dinda menyampaikan terimakasih kepada pihak Yayasan maupun Mitra SPPG Ketapang 003 yang sudah turun langsung dan memberikan tanggung jawab serta kepedulian nya atas insiden tersebut.

“Ini kan musibah, bukan faktor kesengajaan, dan juga dari ribuan yang memakan MBG tersebut, cuma anak kami yang mengalami kejadian ini. Dan Alhamdulillah sudah sehat kembali. Mungkin karena faktor cuaca dan erupsi anak Krakatau beberapa Minggu yang lalu, makanya anak saya mengalami hal ini,” tegasnya.

Sementara, Pihak SPPG 003 Ketapang seorang chef Uni menyampaikan bahwa produksi di MBG tersebut sebanyak 1.743 ompreng perhari.

“Penerima manfaat di sekolah MI Syamsul Ma’arif sebanyak 90 Penerima Manfaat,” katanya.

Ironisnya, dari ribuan ompreng makanan MBG tersebut, hanya 12 orang yang mengalami sakit perut.

Hingga berita ini ditayangkan, belum ada keterangan resmi dari Pihak Puskesmas Ketapang, apakah makanan tersebut yang mengandung racun atau memang kondisi anak yang tidak stabil.

Dan untuk memastikan hal tersebut, pihak Puskesmas masih menunggu hasil pemeriksaan uji laboratorium. (Red)

Related Articles

Leave a Comment