LAMPUNG, PUBLICJOURNALNEWS.COM – Masker kembali menjadi barang buruan yang sangat dicari dan memicu antrean warga akibat memburuknya kualitas udara di sejumlah wilayah Indonesia belakangan ini, Minggu (6/9/2026)
Lonjakan permintaan ini dipicu oleh dua fenomena alam utama yang terjadi hampir bersamaan, yaitu kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta sebaran abu vulkanik dari aktivitas gunung berapi.

Berikut adalah situasi terkini di lapangan yang membuat warga kembali berburu masker:
- Dampak Sebaran Abu Vulkanik Gunung Api : di beberapa wilayah seperti Banten dan Lampung, antrean warga untuk membeli masker di pusat perbelanjaan dan supermarket kembali terlihat.
Pemicu: Meningkatnya kewaspadaan terhadap paparan debu vulkanik dari aktivitas Gunung Anak Krakatau.Aksi Lapangan: Pihak kepolisian setempat, seperti di wilayah Penengahan, mulai turun ke jalan untuk membagikan masker secara gratis guna melindungi pernapasan warga dari partikel abu yang berbahaya.
- Kabut Asap Karhutla di Sumatra dan Kalimantan : memburuknya langit akibat asap kebakaran hutan membuat masker medis kembali menjadi kebutuhan utama, mirip seperti masa pandemi lalu.
Krisis Stok Masker Anak: Penjualan masker dilaporkan melonjak lebih dari 100%. Akibatnya, stok masker ukuran anak-anak sempat kosong di banyak toko karena tingginya permintaan dari para orang tua agar anak mereka tetap bisa bersekolah dan beraktivitas.

Pembagian Masker Massal: Guna mengantisipasi lonjakan penyakit ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut), berbagai instansi seperti di Lampung, Korem Jambi, Pemerintah Kota Palembang, DPRD Banjarmasin, dan Tim Penggerak PKK Kalimantan Tengah beramai-ramai membagikan puluhan ribu masker gratis kepada pengguna jalan dan kelompok rentan. (*/Red)
